Opinionated Writer, How Far Would You Go?

May 8, 2008
Main Entry: opin·ion·at·ed
Pronunciation: \-yə-ˌnā-təd\
Function: adjective
Date: 1601
: unduly adhering to one’s own opinion or to preconceived notions
opin·ion·at·ed·ly adverb
opin·ion·at·ed·ness noun
Mirriam Webster
Pronunciation: (u-pin’yu-nā”tid), [key]
adj.
obstinate or conceited with regard to the merit of one’s own opinions; conceitedly dogmatic.

Random House Unabridged Dictionary, Copyright © 1997, by Random House, Inc., on Infoplease.

Dewasa ini blog sudah menjadi frontline banyak dari kita dalam berinteraksi dengan dunia luar. Blog bersifat bebas, baik dari segi teknik penulisan, isi tulisan, dan sebagainya. Karena sifatnya yang sangat bebas ini, blog kemudian seakan-akan dijadikan sebuah tameng anti peluru bagi beberapa orang dalam menyampaikan pendapatnya.

Kita tinggalkan dulu blog yang berisi curhat harian atau ulasan teknis teknis Linux. Blog-blog itu relevan bagi yang berkepentingan. Siapa yang peduli curhatan saya kecuali saya sendiri? Siapa yang peduli perkembangan Linux selain para komputer mania. Blog-blog ini audience profile-nya spesifik. Hanya orang-orang tertentu yang akan membaca tulisan di dalamnya hingga tuntas.

Namun ada blog-blog lain yang audience profile-nya lebih luas karena sang blogger memang tidak menulis tentang masalah teknis yang spesifik. Baca terus!


Apa Susahnya Sih Membaca?

March 25, 2008

22930756_4b5418925d.jpgYang saya maksud dengan membaca di sini bukanlah membaca tingkat tinggi macam membaca novel intelek a la Deception Pointnya Dan Brown apalagi literature karya Leo Tolstoy dan William Shakespeare. Itu jelas susah dan berat. Membaca yang saya maksud adalah membaca kata/frase/kalimat atau peringatan yang sering tertera di formulir, muncul di monitor komputer, atau tertempel di kaca pintu/jendela. Misalnya stiker bertuliskan: Awas anjing galak! Bukan hal yang sulit untuk dibaca bahkan dimengerti, kan?

Membaca hal-hal kecil seperti ini terlihat cukup sepele hingga mungkin sudah tidak masuk kategori membaca lagi. Padahal…?


Sepatu Piero: Pengasingan Produk Lokal

March 21, 2008

piero03.jpgJudul posting ini bukanlah tentang sebuah produk yang terpinggirkan dari industrinya. Ini lebih kepada caranya masuk dan diterima pasar seperti banyak produk buatan Indonesia lainnya.

Saat pertama kali iklannya muncul di layar kaca, saya pikir sepatu ini terlalu blak-blakan dalam memanfaatkan ketenaran bintang sepakbola Italia yang nama belakangnya dijadikan nama sepatu ini, Alessandro Del Piero. Dan saya perkirakan sepatu Piero ini hanya akan menjadi satu dari sekian penggembira di dunia persepatuan Indonesia. Tampaknya dua tebakan saya cukup salah. Mengapa?


Ngaret vs. Fleksibilitas vs. Toleransi

March 20, 2008

Masih teringat kedongkolan di hati saat bis kota yang saya tumpangi selalu ngetem (entah beginikah tulisannya) di terminal. Belum lagi sang sopir biasanya menyempatkan diri untuk makan di warteg kesayangan sembari mempersilahkan pengamen langganan mengisi time slot yang ada.

“Ayo naik sini, Mas!” ajak sang sopir penuh semangat.

“Sudah mau berangkat ya, Pak?” saya kegirangan karena tak harus menunggu bis lain.

“Ya, ayo ayo cepetan!”

Begitulah percakapan yang membuat saya memutuskan untuk naik bis kota tersebut. Dan saya pun duduk di dalam bisa kota itu, disusul kemudian oleh beberapa orang penumpang. Bis kota sudah hampir penuh dan sang sopir entah berada di mana. Saya tak kuasa menahan kejengkelan demi melihat bis-bis lain yang sudah mulai tancap gas. Tapi tak apalah saya berikan toleransi beberapa menit lagi. Toh, belum tentu saya mendapat bis lain yang siap jalan jika saya meninggalkan bis yang mesinnya masih dingin ini. Beberapa saat kemudian sang sopir baru mematikan rokoknya dan mulai menghidupkan mesin. Damn. Sejak usaha marketing sang sopir pertama kali sampai bis akhirnya berjalan sudah menghabiskan waktu sekitar 15 menit sendiri. Saya baru mengerti ini yang dimaksud sudah-mau-berangkat. Lain kali cari bis dengan status tinggal-injak-pedal-gas. Untungnya ada ratusan bis lain dengan trayek yang sama.

ride-on-bus.jpgPertama kali harus pergi ke kampus menggunakan bis kota di daerah metropolitan Washington D.C., saya cukup terkejut. Kenapa?


Apa Susahnya Sih Stapling?

March 18, 2008

stapling-buntut-kucing.jpgPernah stapling lembaran tugas-tugas kuliah? Atau dokumen-dokumen di kantor? Atau pernah sekedar melihat sebuah stapler?

Apa yang susah sih dari pekerjaan stapling? Apa coba?


Fenomena: Creative Destruction, Musik Indonesia, dan Siklus Bisnis

March 15, 2008

Again out of destruction a new spirit of creativity arises” (Wikipedia - kutipan dari Krieg und Kapitalismus (War and Capitalism) (1913, p. 207) oleh Werner Sombart’s).

Istilah yang kemudian dipopulerkan lagi oleh Joseph Schumpeter ini dikenal luas di dunia ekonomi. Ia mengatakan bahwa kekuatan sebuah sistem ekonomi itu terletak pada kreatifias individu yang kemungkinan bisa mengancam keberadaan pemain-pemain besar yang sudah mapan. Contoh gampangnya: di teknologi dunia rekaman 8-track diganti kaset, lalu muncul CD, lalu sekarang didominasi oleh teknologi mp3. Intinya, creative destruction adalah suatu evolusi yang tidak bisa dihindari. Pasti terjadi, hanya masalah waktu.

Lantas, apa hubungannya creative destruction dengan dunia musik Indonesia? Read the rest of this entry »


Fenomena: There’s Something About Us (Indonesian)

March 11, 2008

Disclaimer: If you sense some negative qualities about Indonesian people in this post, it doesn’t mean that I hate Indonesians nor I hate being an Indonesian. It’s the quite the opposite. And If I write this entry in English, it doesn’t mean I don’t like to write in Indonesian, either.

Tasa, or the more well known in the blogging world as Guebukanmonyet, wrote the article proudly published on the Jakarta Post titled It’s the Indonesian factor in our blood. It is a delightful and enlightening article that can boost our Indonesian pride. It, indeed, is the Indonesian factor in our blood that made us what we are. There is a lot to be proud of, yet a long list of questionable qualities we need to work on should balance our pride with a caution. It is because there’s something about us.

Have you ever joined a Find out!


Be Somebody. Do Something.

February 21, 2008

Sudah banyak yang menyuarakan slogan dan membahas filosofi Be Yourself. Jadi tidak perlu kita bahas lagi. Tapi tentunya tidak cukup berhenti di situ saja kan? Ada sekuel dari Be Yourself, yaitu Be Somebody. Baca terus!


Fenomena: Blog Artis Indonesia

February 18, 2008

Akhirnya…ada juga yang mau ribet-ribet login, nulis entri, dan membalas komentar di blog di tengah-tengah jadwal yang padat, badan letih, pikiran penat, dan sejuta kesibukan dan alasan lain yang membuat orang jadi malas. Siapa mereka?


Fenomena: POLRI

February 17, 2008

lambangpolri.gifArah kebijakan strategi Polri yang mendahulukan tampilan selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat…sejalan dengan paradigma barunya yang mengabdi bagi kepentingan masyarakat.”

Di atas adalah potongan bagian di awal dan akhir paragraf kedua di website POLRI. Seperti juga yang tercetak dengan cat kuning di mobil polisi berwarna abu-abu gelap, “Melindungi, mengayomi, dan melayani.” Benarkah? Atau…